Sabtu, 05 Desember 2020

CONTOH SISINDIRAN SUNDA

 CONTOH SISINDIRAN BAHASA SUNDA


Assalamualaikum wr wb
Terimakasih sudah berkunjung ke halaman blog ini.
Selamat datang di
bahasasunda.id. Perkenalkan blog ini berisi materi-materi pelajaran bahasa Sunda yang dikemas dalam media audio-visual untuk memberikan kesan belajar yang menyenangkan, mudah dipahami, dan memberikan banyak informasi baru kepada pengunjung.

Tidak hanya blog saja, bahasasunda.id pun memiliki youtube channel, yang berisi video-video edukasi mengenai pembelajaran bahasa Sunda. Kalian bisa kunjungi youtube channel dengan klik link di bawah ini.
www.youtube.com/c/bahasasundaidGemanakarnale

Jika ada pertanyaan seputar CONTOH SISINDIRAN BAHASA SUNDA yang kurang dipahami, kalian bisa memberikan komentar, silahkan jangan ragu untuk mengisi kolom komentar di bawah.

Semoga dengan adanya blog ini bisa memberikan manfaat bagi kalian semua.
Selamat belajar
CONTOH SISINDIRAN BAHASA SUNDA.

MATERI SISINDIRAN BAHASA SUNDA
https://www.youtube.com/watch?v=DLAbXCnRWyQ
SISINDIRAN BAHASA SUNDA

CONTOH SISINDIRAN BAHASA SUNDA

A. RARAKITAN

1. rarakitan silih asih

Daék sotéh ka cinangka
Ka cisitu mah teu purun
Daék sotéh ka nu dipita
Kanu itu mah teu purun

2. rarakitan piwuruk

Sing getol nginum jajamu
Nu guna nguatkeun urat
Sing getol néangan élmu
Nu guna dunya ahérat

3. rarakitan sésébréd ( heureuy)

Majar manéh cengkeh koneng
Kulit peuteuy dina nyiru
Majar maneh lengkéh konéng
Kulit beuteung mani nambru

B. PAPARIKAN

1. Paparikan silih asih :

Aya meri dina rakit
Boboko wadah bakatul
Lain nyeri ku panyakit
Kabogoh direbut batur

2. Paparikan Piwuruk:

Ka kulah nyiar kapiting
Ngocok lobak bobodasna
Ulah sok liar tipeuting
Osok loba gogodana

3. Paparikan Sésébréd (heureuy)

Poe saptu poé kemis
Salasa heuleut-heuleutan
Saha itu murilkumis
Leumpangna eundeuk-eundeukan

C. WAWANGSALAN

Abdi mah caruluk Arab
Henteu tarima téh teuing.
(wangsalna : Korma)

Paribasa petis Cina
Hayang nepi ka cacapna
(wangsalna : Kecap)

Mesin ketik siga tivi
Nyimpen data meni pinter            
(wangsalna : Komputer)       


Bagaimana??? Penjelasan mengenai materi di atas dapat dipahami dengan baik??? jika masih belum paham, kalian bisa memberikan pertanyaan dengan mengisi komentar di bawah atau bisa juga mengunjungi postingan mengenai CONTOH SISINDIRAN BAHASA SUNDA lainnya atau langsung cari saja keyword materi yang kalian cari di bawah ini:



Jika blog ini bisa memberikan banyak manfaat, jangan lupa untuk dukung blog ini dengan cara like, comment, dan share ke teman-teman kalian.

Jangan lupa untuk bergabung dalam group belajar bahasa Sunda husus siswa se-Jabar, dengan klik link di bawah ini
:
WHATSAPP
TELEGRAM
LINE
FACEBOOK
INSTAGRAM
YOUTUBE


Mari kita sama-sama bangun blog ini supaya bisa lebih berkembang lagi dan memberikan banyak ilmu yang bermanfaat bagi kalian semua.
Terimakasih
.


BAHASASUNDA.ID

BUKU SUMBER:
BUKU RANCAGE DIAJAR BASA SUNDA
BUKU PANGGELAR BASA SUNDA
BUKU CAHARA BASA
BUKU BASA SUNDA URANG
BUKU PAMEKAR DIAJAR BASA SUNDA
BUKU PRASADA BASA



GOOGLE TRANSLATE

Perhatian! materi ini diterjemahkan oleh mesin penterjemah google translate tanpa adanya post editting, sehingga ketepatan dalam terjemahan masih buruk dan perlu dikembangkan lagi.
Tujuan dari fitur terjemahan ini untuk pengunjunga yang kesulitan memahami materi dan tidak sama sekali mengerti bahasa Sunda atau teman-teman pelajar dari luar Jawa Barat yang sedang belajar bahasa Sunda, fitur terjemahan ini bisa digunakan namun tidak 100% akurat, akan tetapi garis besarnya bisa diambil, daripada tidak mengerti samasekali.
Kedepanya mudah-mudahan admin punya waktu sehingga bisa mengoptimalkan fitur terjemahannya sendiri, dengan begitu pengunjung bisa mempelajari materi dalam bahasa Indonesia.

CONTOH SISINDIRAN BAHASA SUNDA

SISINDIRAN berasal dari kata "satire" yang artinya "bicara atau cerita yang diceritakan, bukan togmol". Sesuai dengan itu yang disebut sindiran dalam R sastra merupakan karya sastra yang menggunakan rakitan bahasa dengan inversi. Dalam sindiran tersebut, konten atau maksud yang ingin Anda ungkapkan dibungkus dengan sangat kuat.
Bentuk sindiran dipengaruhi oleh pola dasar, jumlah cincin pada padalisan ung gal, dan jumlah padalisan pada setiap pertandingan. Karenanya, sindiran termasuk dalam bentuk ugeran (puisi).

Dilihat dari bentuk dan cara pembubarannya, sindiran dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu: majelis, pengajian, dan pengajian.

Jika dilihat dari isinya, sindiran juga terbagi menjadi tiga kelompok, yaitu: saling suka, nasehat, dan sesebred.Rarakitan
Disebut rakit karena bentuk pelat di alasnya, menempel pada rakit. Karakteristik:
(1) Terdiri dari cangkang dan isinya.
(2) Cangkang dan isinya dipasang di pangkalan (mindoan sejak). Selain itu, antara tempurung dan isinya harus dibunyikan dan murwakanti engang terakhir di setiap padalisan (laraswekas). Tapi larasweka yang ada di majelis saya larasweka diganggu dulu, seperti lampu (a - b-a - b).
(3) Jumlah bait pada setiap padalisan adalah delapan bait Ari jumlah tangkai dalam padanan adalah nomor lengkap, separuh cangkang dan separuh isinya. Contoh:
Seseorang sedang dalam perjalanan ke Dage, (others-8-0)
Saya tidak ingin pergi ke Jatayu. (I - 8-)
Seseorang biarkan aku menikahimu, (others-8-0)
Saya tidak menyusui (I-8-0)
Dilihat dari isinya, perakitannya adalah sebagai berikut:
(1) amal, itu adalah isi cinta, kasih sayang, dan nafsu;
(2) nasehat, yaitu isi nasehat, nasehat, atau contoh,
(3) sesebred, yaitu yang berisi canda, kritik, dan peningkatan perilaku.

Paparikan
Ini disebut paparikan karena adanya suara yang berdekatan antara cangkang dan isinya. Kata paparikan berasal dari kata "parek" yang artinya "dekat".

Karakteristik:
(1) Terdiri dari cangkang dan isinya.
(2) Cangkang dan isinya bersebelahan (murwakanti) berbunyi. Di antara cangkang dan isinya menjadi suara dan murwakanti engang terakhir di setiap padalisan (laraswekas). Serupa dengan perakitan, tong yang ada di paparikan juga merupakan tong terakhir yang diganggu lebih dulu yaitu seperti lampu (a - b-a-b).
(3) Jumlah cincin pada setiap padalisan adalah delapan cincin.
Saat ini jumlah isian yang setara adalah jumlah lengkap, setengah cangkang dan setengah isinya. Sebagai contoh:
Cau ambon dikorangan, (8s)
kanyéré ka pipir-pipir. (8 - ir)
Kabut manusia sendiri (8s)
Wanita tidak berpikir (8 –ir)

Wawangsalan
Ada yang mengatakan bahwa kata wawangsalan berasal dari kata "wang sal" (bahasa Jawa) yang artinya "menjawab". Ada yang mengatakan dari kata "diperoleh" yang berarti "asal" Bahkan ada juga yang mengatakan perubahan dari "kembali" yang berarti "kembali". Yang jelas dalam bahasa jawa ada juga yang disebut "wangsalan" yang berasal dari kata "wangsal", kejahatan ba sa-lah yang meneguhkan penyelesaian dalam kata murwakanti. Secara bahasa lebah hampir sama dengan lebah.
Wawangsalan dalam sastra R&B merupakan salah satu bentuk sindiran, selain rarakitan dan paparikan Ciri-cirinya antara lain:

(1) Terdiri dari cangkang dan isinya.
(2) Setara terdiri dari dua muatan, muatan pertama cangkang, muatan kedua dari isi. Setiap padalisan terdiri dari delapan cincin
(3) Muatan pertama (shell) adalah uraian, uraian, atau pertanyaan tentang suatu hal atau hal, yang harus dikonfirmasikan atau diselesaikan pada muatan kedua (isi). Barang atau benda tersebut terdapat pada salah satu kata pada muatan kedua. Misalnya dalam perumpamaan unina:
Belut sisit saba darat, (8 engang)
malam gaul kapiraray. (8 engang)
Muatan pertama (cangkang), kalau saya gambarkan itu pertanyaannya: Hewan apa yang mirip belut, serangga dan terkadang darat? Jawabannya ada pada salah satu kata pada padalisan kedua: kapiraray, siang dan malam. Jawabannya adalah ular, yang murwakanti dan kapiraray. Jika melihat konten yang ada pada padalisan kedua, secara umum bayangan saya adalah konten tersebut bersifat penyayang atau mengandung rasa belas kasihan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar