Martha Tilaar lahir di Kebumen, Jateng, 4 September 1937. Beliau adalah seorang
pengusaha Indonesia yang bergerak di bidang kosmetika dan jamu dengan nama
dagang Sariayu. Ia menikah dengan
H.A.R Tilaar dan memiliki empat anak, Bryan Emil Tilaar, Pinkan Tilaar, Wulan Tilaar, Kilala Tilaar. Bekerja sama dengan Kalbe Farma, ia membuat
perusahaan kosmetika dan jamu Martina
Berto. Selain itu ia juga memiliki usaha kerajinan di Sentolo, Yogyakarta
bernama Prama Pratiwi Martha Gallery. Dia juga memiliki Kampung Jamu Organik di Cikarang,Bekasi.
Seorang yang sangat antusias terhadap seni dan kekayaan alam
Indonesia, itulah kata yang pas
untuk menggambarkan Dr Martha Tilaar, sang ahli kecantikan yang kini memiliki
perusahaan multinasional Martha Tilaar
Group. Obsesinya untuk menciptakan produk
kecantikan non ilmiah dan ramah lingkungan, telah membawa wanita yang kini
berusia 74 tahun itu menjelajahi dunia.
Martha
Tilaar Group (MTG), adalah sebuah grup usaha
industri jamu dan kosmetika dengan produk merek dagang Sariayu Martha Tilaar dengan produk kosmetika berkelas seperti Biokos, Belia, Caring Colours, Professional Artist Cosmetics (PAC), Aromatic, Jamu Garden dan lain-lain yang sudah terkenal sampai ke
mancanegara. Ia juga pemilik Puri Ayu Martha
Tilaar, sebuah gerai jamu dan kosmetik yang diperuntukkan untuk kelas
menengah ke atas. Grup usaha ini memayungi 11 anak perusahaan dan mempekerjakan
sekitar 6.000 karyawan.
Istri pendidik
Prof. Dr. H.A.R Tilaar, ibu dari empat orang anak, nenek dari beberapa orang
cucu, adalah sosok wanita yang tidak pantang menyerah. Ketika orang lain
mengatakan tidak mungkin, Ia tetap mencobanya. Yang penting adalah bukan
melihat besarnya hambatan di depan kita, tapi bagaimana kita memecahkan masalah
yang ada.
yang ada.
Sejak lahir, keadaan fisiknya
tidak begitu sehat. Tidak kurang ada 13 dokter yang merawatnya, saking
seringnya terkena berbagai macam penyakit. Keluarganya juga bukan dari golongan
berkecukupan. Pertumbuhan intelektualnya lambat, IQ ny jongkok,
dan tidak pernah dapat ranking. Martha
sering diejek karena jelek, juga paling bandel serta
sangat tidak suka merawat diri.
Martha pernah
menjadi tenaga kerja wanita (TKW) di Amerika 50 tahun yang lalu. Namun, karena
kegigihan dan kerja kerasnya itu, ikon kecantikan wanita Indonesia yang dulunya
tomboy itu berhasil mendirikan industri jamu dan kosmetik Martha Tilaar Group dan mengembangkannya seperti sekarang ini. Lalu
dia mengambil Jurusan Sejarah di IKIP
Negeri Jakarta, tahun 1963. Martha pun sempat berprofesi
sebagai guru. Berawal dari nasihat ibunya
agar lebih memperhatikan penampilan karena sehari-hari berhadapan dengan murid-murid,
maka dengan berat hati beliau mengikuti les tata kecantikan ke Titi Purwosoenoe. Tapi siapa sangka,
inilah awal mula Martha Tilaar mulai tertarik dengan dunia kecantikan. Martha akhirnya berinisiatif untuk membuat produk kecantikan. Produk kecantikan pertama
yang Ia buat adalah sebuah masker untuk pengobatan jerawat, tapi tak seperti
perusahaan besar yang memiliki dana besar untuk penelitian, Martha Tilaar
justru merelakan dirinya sebagai kelinci percobaan.
Kebetulan, suaminya mendapatkan kesempatan belajar ke luar negeri. Ia pun mengambil kuliah kecantikan dan lulus dari Academy of Beauty Culture, Bloomington, Indiana, AS. Begitu lulus dari akademi kecantikan Martha segera membuka praktek salon kecantikan di negeri Paman Sam itu. Ia membuat selebaran semacam brosur sederhana, mempromosikan jasa layanan salonnya. Berbagai usaha promosi dilakukan seperti masuk ke kampus-kampus, mendatangi rumah-rumah mantan dosen untuk mendandani para istrinya. Begitu pula kepada mahasiswa-mahasiswa Indonesia, atau ibu-ibu yang mengikuti suaminya tugas di luar negeri.
Sekembalinya ke
tanah air, Ia membuka salon kecil sederhana di garasi rumah milik ayahnya,
dengan ukuran 6 x 4 meter pada tahun 1970, Ia terus berupaya mengembangkan
salonnya itu, dengan membagikan selebaran-selebaran ke lingkungan sekitar,
memanjakan para pengunjung salon dan mengajak mereka bercakap-cakap, untuk
mendekatkan emosional.Dengan kedekatan itu, para pengunjung menjadi betah dan
menjadi pelanggan tetap salonnya. Meski berukuran
mini, Martha Salon hadir berbeda di zamannya. Di era 70-an hanya salon berkelas
di Hotel Indonesia yang dilengkapi
perlengkapan mewah seperti pendingin ruangan (AC). Bahkan, sejumlah salon ternama di zaman itu tak punya
fasilitas yang bikin suasana nyaman. Tak heran jika semakin banyak pelanggan
yang kebanyakan adalah para ibu duta besar yang betah berlama-lama di Salon
Martha. Tak lama, dua tahun kemudian 1972 ia membuka salon kedua di Jalan Anggur No. 3 Cipete, Kebayoran Baru,
Jakarta Selatan, sambil memulai penggunaan merek dagang baru Sariayu Martha
Tilaar.
Menginjak tahun
1977 Martha Tilaar menjajaki kerjasama dengan Theresia Harsini Setiady,
dari PT Kalbe Farma. Mereka sepakat
membuat perusahaan kosmetika dan jamu, namanya PT Martina Berto, dan meluncurkan Sariayu Martha Tilaar sebagai produk perdana.
Dilanjutkan kemudian dengan membuka pabrik kosmetik pertama di Jalan Pulo
Ayang, kawasan Indsutri Pulogadung , Jakarta timur yang diresmikan oleh Ny Nelly Adam Malik, yang saat itu istri Wakil Presiden Adam Malik.
Tahun 1983 Martha
Tilaar mendirikan PT Sari Ayu Indonesia,
khusus sebagai distributor produk kosmetika Sariayu Martha Tilaar. Tahun 1986 Martha Tilaar membuka pabrik
kedua, kali ini di Jalan Pulokambing II/1, masih di areal sama Kawasan Industri
Pulogadung yang kali ini diresmikan oleh Ny.
Karlinah Umar Wirahadikusumah, istri Wakil Presiden Umar Wirahadikusumah.
Bisnis Martha
Tilaar terus berkembang, dengan mengakuisisi sejumlah perusahaan sampai
kemudian ia dan keluarganya menguasai sepenuhnya saham PT Martina Berto.
Bersamaan itu dilakukanlah konsolidasi perusahaan digabungkan ke dalam Martha
Tilaar Group. Anak perusahaan Martha Tilaar Group terdiri PT Martina Berto dan PT
Tiara Permata Sari (sebagai pemanufaktur dan pemasar produk Sariayu Martha Tilaar, Biokos Martha Tilaar, Belia Martha Tilaar, Berto Martha Tilaar, Aromatic Oil Of Java Martha Tilaar, Dewi Sri Spa Martha Tilaar, Jamu Garden Martha Tilaar). Martha
Tilaar sangat jeli dalam melihat dan menangkap peluang pasar.
Pada tahun 1987,
ia meluncurkan produk ”Senja di
Sriwedari” sebagai trend tata rias baru, sebuah ide yang diilhami oleh
kekayaan alam dan budaya Indonesia. Dan produk itu meledak di pasaran. Para
tata rias banyak merekomendasikan produk ini ke Kliennya. Sejak itulah Martha
Tilaar selalu mempersuntingkan nama tempat dan unsur budaya suatu daerah, yang
lalu dipadukan dengan trend busana daerah, ke setiap produk Sariayu Martha
Tilaar. Sebagai bentuk keperduliannya terhadap perempuan, Martha mendirikan Yayasan Martha Tilaar. Ia mendidik
banyak wanita dan ibu-ibu tentang kecantikan. Tujuannya agar mereka mengerti
kecantikan sehingga bisa merawat diri.
Perjalanan
bisnis Martha tidak selamanya mulus, produk Martha juga sempat tidak dilirik
konsumen, tetapi
dengan kerja keras dan motivasinya untuk memperkenalkan kekayaan alam Indonesia
di mata dunia, Martha Tilaar kini telah menjelma jadi ratu kecantikan Indonesia
yang diakui internasional. Produk-produknya pun tidak hanya sebatas dipasarkan
di Indonesia, namun telah merambah hingga Korea Selatan, Rusia, Kroasia,
Polandia, Eastern Europe, sampai kawasan Asia Pasifik. Berbagai
penghargaan pun diraihnya, mulai dari Asia Pacific Women Entrepreneur of The
Year 2008, Siddakretya Award dari Presiden Megawati Soekarnoputri di 2002,
hingga penghargaan dari Sekretaris Jenderal Persatuan Bangsa-Bangsa Koffi Anan,
atas keikutsertaannya dalam acara UN Global Compact.Bahkan, wanita yang sudah
40 tahun menekuni karirnya di dunia kecantikan ini, telah memiliki 6.000 orang
karyawan, 2 orang doktor ahli kecantikan asal Jerman dan Belanda, serta 2 orang
ahli farmacetical antropology asal Belanda.
Martha Tilaar
mempunyai komitmen tinggi membangun industri kosmetika. Ia investasi besar di
bidang riset dan pengembangan. Ia mau mengirim staf ahli farmasinya belajar ke luar negeri, atau
mengikuti berbagai pameran di luar negeri. Ia memiliki dua orang staf ahli
farmasi bergelar doktor, sejumlah magister dan sarjana strata satu lainnya.
Martha Tilaar perlahan-lahan berhasil mengurangi ketergantungan kandungan bahan
baku impor, berganti dengan bahan baku lokal di setiap produknya. Hasil lain
lagi, ini yang lebih mencengangkan, pada bulan Juli 2002 Sekjen PBB Kofi Annan mengundang Martha Tilaar
hadir dalam forum Global Compact, di
New York, AS.
Berangkat
dari pengalamannya selama di Bloomington Indiana, AS, wanita yang masih segar
di usia senja ini meluncurkan buku yang berujudul “ The True Exotic Colors of Indonesia”. The True Exotic Colors of Indonesia adalah sebuah buku yang merekam perjalanan warna-warna tata rias
yang menjadi inspirasi Sariayu sejak 1987-2012. Buku setebal 320 lembar ini
menjadi bukti nyata kecintaan Martha terhadap cantiknya Indonesia. Sariayu,
salah satu brand dari Martha Tilaar Group menjadi satu-satunya kosmetik di
dunia yang selama 26 tahun konsisten mengeluarkan trend warna setiap tahunnya.
Harga buku ini dijual mulai Rp 225.000 (softcover) hingga Rp 285.000 (hardcover).
Setiap tema trend warna disajikan dengan bab pembuka
yang menampilkan sekelumit ragam kain nusantara, bab inspirasi yang menjelaskan
inspirasi trend dengan bahasa popular dan indah, bab iklan yang memuat iklan
Sariayu trend warna sesuai kondisi aslinya, serta bab gaya & inspirasi yang
memuat rangkaian foto gaya make-up dan hair do dengan aplikasi masa kini
menggunakan busana para perancang APPMI
(Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia) yang dirancang khusus dengan
inspirasi tren warna Sariayu setiap tahunnya.
MAKNA LOGO MARTHA TILAAR

TARGET PASAR
Martha Tilaar berfokus pada produk kecantikan yang khusus dirancang untuk wanita timur seperti wanita wanita Indonesia.
PENCITRAAN
Martha Tilaar ingin membangun kesan tradisional agar wanita wanita di Indonesia dapat terlihat cantik alami tanpa bahan bahan kimia. Karena menurut dia cantik alami dengan bahan bahan herbal akan mendapatkan hasil yang jauh lebih memuaskan dibanding dengan bahan kimia. Dengan bahan kimia, akan menimbulkan berbagai macam efek samping, dan itu tidak bagus untuk kulit. Oleh karena itu, Martha Tilaar berusaha berbeda dengan pesaingnya dengan menggunakan bahan bahan herbal dari tanaman yang dia tanam sendiri pada waktu itu.
KOMUNIKASI
Martha Tilaar mengeluarkan produk produk kecantikan yang terbuat dari bahan – bahan alami, aman dan nyaman dikonsumsi oleh konsumen. Selain produk, martha tilaar juga membangun salon dan spa. Keunggulan Martha Tilaar Salon and Spa terletak pada konsep unik, yang memadukan ciri khas dan kearifan budaya Indonesia dengan kemasan yang modern dan terjaga higienisnya. Kepuasan dari segi pelayanan pun akan diterima setiap tamu yang datang.
KONSEP
Konsep pemasaran ditujukan langsung dan mengandung satu janji, “menjual kosmetik adalah menjual impian dan harapan”. Hal ini sangatlah tepat mengingat pada masanya, wanita Indonesia masih mencari jati diri dan menganggap menjadi secantik putri keraton adalah sesuatu yang ideal sehingga produk martha tilaar pada masa itu menjadi terkenal. Karena adanya konsep ini maka lahirlah tagline “Ungkapan Rahasia Putri Keraton”.
STRATEGI SUKSES
Grup Martha Tilaar merupakan perusahaan yang menggunakan gaya manajemen Indonesia. Perusahaan tersebut menggunakan manajemen dengan filosofi moral, yaitu DJITU (Disiplin, Jujur, Iman/ Inovatif, Tekun, Ulet) bagi segenap karyawan untuk mencapai visi/ misi yang telah digariskan oleh perusahaan.Selain itu meningkatkan networking dengan para mitra usaha, baik di dalam maupun di luar negeri. Hindari juga AIDS, (Angkuh, Iri, Dengki, Serakah).
Martha Tilaar juga berusaha berbeda dengan para pesaingnya dengan menguatkan kesan tradisional di hampir setiap produknya. Banyak juga event yang melibatkan martha tilaar di dalamnya, seperti kontes kontes kecantikan salah satunya Miss Indonesia. Sehingga membuat Martha Tilaar menjadi lebih dikenal seperti sekarang ini.